Erupsi gunung berapi dapat menyebabkan paparan debu vulkanik yang berdampak Ke Kesejaganan, terutama saluran pernapasan. Sebab itu, sejumlah langkah perlu dilakukan Sebagai Mengurangi paparan debu, Justru Di Untuk ruangan.
Praktisi Medis paru Di RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menyarankan Sebagai menjaga Standar udara Ke Untuk Rumah Pada terjadi paparan debu vulkanik. Salah satu caranya adalah membatasi masuknya udara Di luar Di menutup jendela dan pintu.
“Ruangan kita yang ada Ke Untuk Rumah itu dijaga Di Standar udara yang baik. Caranya supaya yang Di luar tidak masuk, tutup jendela, tutup pintu,” ujar dr Agus kepada detikcom, Minggu (6/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Itu, celah atau lubang yang memungkinkan debu masuk Ke Untuk Rumah dapat ditutup atau diberi tambahan kain Sebagai Mengurangi masuknya debu vulkanik.
“Kalau punya Ke Rumah, sediakan air purifier supaya Standar Ke Untuk Rumah menjadi baik,” sarannya.
Ke sisi lain, Karya yang Berpeluang menambah polutan Ke Untuk ruangan juga perlu dikurangi. dr Agus mencontohkan Sebagai tidak membakar lilin atau merokok.
Selain menjaga Standar udara, Kepuasan tubuh juga perlu diperhatikan ketika terjadi paparan debu vulkanik. Ke antaranya Lewat istirahat yang cukup, Hidangan Di Hidangan Bergizi yang baik, serta asupan cairan yang cukup.
Halaman 2 Di 2
(elk/up)
Dampak Abu Anak Krakatau
14 Konten
Abu vulkanik Di erupsi Gunung Anak Krakatau dapat berdampak Ke Kesejaganan. Paparan partikel halus yang bersifat iritatif bisa memicu masalah Ke kulit maupun pernapasan. Individu Di masalah pernapasan kronis lebih rentan terdampak.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Indoor Pun Tetap Perlu Waspada, Praktisi Medis Paru Ungkap Cara Lindungi Diri Di Debu Vulkanik











