Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Didalam Fraksi Gerindra Muhammad Rofiqi melihat PDIP Lagi bersandiwara drama politik Sebagai mencari simpati publik soal kenaikan PPN menjadi 12 %. Foto/Istimewa
Rofiqi berpendapat, sikap kurang bijak itu seharusnya tidak layak dipertontonkan kepada publik, Lantaran rekam jejak digital Yang Terkait Didalam kenaikan PPN 12% ini masih ada Di ruang publik. “Kenapa sekarang PDIP yang paling Di menyerang Aturan ini, apa mereka sudah lupa ingatan atau lagi pencitraan atau lempar batu sembunyi tangan,” sindir dia Melewati keterangannya, Minggu (22/12/2024).
“Seolah-olah minta dibatalkan, tapi kenyataannya, dulu mereka yang mengusulkan. Ketua Panjanya saja Didalam mereka kok,” kata wakil rakyat asal Kalimantan Selatan itu.
Rofiqi heran Didalam sikap politik para politikus PDIP akhir-akhir ini yang getol mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran soal kenaikan tarif PPN Didalam 11 % menjadi 12 % mulai 2025. Sebab, kata dia, terbentuknya aturan PPN 12% merupakan produk Didalam pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Sebelumnya Itu dan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ketika itu periode 2019-2024 lalu merupakan partai penguasa Di Dewan.
“Ini bukan produknya Pak Prabowo, undang-undang ini disahkan Di tahun 2021 lalu. Ketika itu, PDIP kan sebagai partai penguasa, jumlah mereka Di Dewan Perwakilan Rakyat RI juga terbanyak, ketua Panja Aturantertulis ini juga Didalam mereka, Pak Dolfie (Dolfie Othniel Frederic Palit, red). Justru mereka yang mengusulkan dan keputusan sudah menjadi kesepakatan bersama, kenapa malah sekarang lempar batu menyalahkan Pak Prabowo,” ujar Rofiqi.
Rofiqi menilai, semestinya, PDIP itu mengapresiasi Kepala Negara Prabowo Subianto Yang Terkait Didalam penetapan PPN 12 % ini. Sebab, penetapan ini hanya diberlakukan Sebagai Barang Dagangan mewah secara selektif.
“Harusnya mereka jujur dan bisa mengakui perjuangan Prabowo yang memperjuangkan pelaksanaan Aturantertulis-nya dibatasi hanya menyasar Barang Dagangan mewah,” tuturnya.
“Mari kita bersama-sama membangun bangsa dan Negeri, menuntaskan tantangan ekonomi dan memastikan Aturan ini bisa berjalan Didalam baik dan bijaksana Untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Sebelumnya Itu, Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit mengungkapkan, Aturantertulis Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang menjadi dasar kenaikan PPN 12% merupakan inisiatif pemerintah Kepala Negara Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Aturantertulis HPP merupakan Aturantertulis inisiatif Pemerintahan Jokowi, yang disampaikan Ke Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 5 Mei 2021 Seluruh fraksi setuju Sebagai melakukan pembahasan atas usul inisiatif pemerintah atas RUU HPP,” kata Dolfie kepada wartawan, Minggu (22/12/2024).
Dolfie melanjutkan, RUU HPP dibahas bersama Antara pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat. Lalu, disahkan Di Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Di 7 Oktober 2021. Sebanyak 8 Fraksi yaitu Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Partai Gerindra, Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PPP telah menyetujui Aturantertulis HPP itu, kecuali fraksi PKS.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Gerindra Lihat PDIP Lagi Bersandiwara Drama Kenaikan PPN 12%











