loading…
IHSG ditutup Ke level 6.071,14 Ke akhir September 2026, terkoreksi 6,96% secara month-to-month, OJK mengatakan, tekanan tersebut terjadi Di Di meningkatnya volatilitas pasar keuangan Dunia. Foto/Dok
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Efek, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Hasan Fawzi mengatakan, tekanan tersebut terjadi Di Di meningkatnya volatilitas pasar keuangan Dunia yang dipengaruhi eskalasi tensi Hubungan Dunia dan kenaikan suku bunga Dunia.
“Karenanya, pasar saham domestik bergerak dinamis Ke September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan Dunia yang dipengaruhi Dari eskalasi tensi Hubungan Dunia dan kenaikan suku bunga Dunia,” ujar Hasan Untuk Diskusi Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,28% Untuk Sepekan, Intip Daftar Saham yang Boncos dan Cuan
Meski demikian, Hasan mengatakan, daya Bertahan likuiditas Bursa Efek domestik tetap berada Untuk Kebugaran yang manageable. Hal tersebut Antara lain tercermin Didalam rata-rata bid-ask spread pasar saham yang masih terjaga.
“Rata-rata bid-ask spread pasar saham tetap terjaga Di level 1,2 persen, relatif stabil jika dibandingkan bulan Sebelumnya Di angka 1,17 persen,” katanya.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Berkutat Di Kisaran Level 6.018, Ada 529 Saham Stagnan
Tekanan Di pasar saham juga terjadi bersamaan Didalam dinamika Di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) Ke September 2026 ditutup Ke level 439,05 atau termoderasi 0,23% secara month-to-month.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6,96%, Aksi Massa Jual Asing Tembus Rp10,24 Triliun











