Aryo Djojohadikusumo, Chief Delegate Indonesia Sebagai Asian Racing Conference Hingga-40 Hingga Sapporo, Jepang (berdiri kedua Di kiri) mengikuti Asian Racing Conference (ARC), salah satu event internasional utama Federasi Pacuan Kuda Asia.
Aryo Djojohadikusumo, Chief Delegate Indonesia Sebagai ARC Hingga-40, mengaku bangga dapat hadir dan diundang Di Peristiwa tersebut. Katanya, pacuan kuda tidak hanya menjadi Latihan dan Kebiasaan Dunia Indonesia yang sudah ada Sebelum ratusan tahun lalu.
“Pacuan kuda juga menjadi salah satu Latihan yang dipertandingkan Di Pekan Latihan Nasional Hingga-21 Hingga Sumatera Utara-Aceh yang Akansegera diselenggarakan mulai 8-20 September 2024,” kata Aryo Di keterangan resminya.
Konferensi ARC Memiliki sejarah panjang Di perkembangan industri pacuan kuda Hingga dunia. Konferensi yang pertama kali dilaksanakan Hingga Tokyo, Jepang, Sebelum tahun 1960 ini merupakan salah satu event internasional utama Di kalender Asian Racing Federation (ARF) yang Di ini beranggotakan 28 federasi pacuan kuda.
Aryo menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi industri pacuan kuda secara Dunia Antara lain Yang Berhubungan Di situasi ekonomi, peningkatan Kejuaraan Di event sportainment lain, sampai perubahan perilaku konsumen. Khusus Kemungkinan Indonesia, Aryo juga menyoroti potensi besar pasca pembongkaran fasilitas lapangan pacuan kuda yang sangat terkenal Hingga Singapura, seiring kebutuhan tanah Bangsa Sebagai perumahan rakyat.
“Pelaku industri pacuan kuda Hingga Indonesia harus lebih berkolaborasi dan Menyusun Sebagai Berusaha Mengatasi tantangan dan potensi pasar tersebut,” tegas Aryo.
Konferensi ARC tahun ini juga Merundingkan berbagai Topik Hingga era digital. Era digital dipercaya telah merevolusi cara Fans terhubung Di Latihan. Hubungan digital ini memungkinkan adanya hubungan dua arah Hingga mana Fans dapat merasa langsung didengarkan dan dihargai. Dari karenanya, penting Untuk pelaku industri Latihan pacuan kuda Sebagai bisa menavigasi kolaborasi dan Pembaharuan Di era Transformasi Digital seperti Di ini.
Aryo menyampaikan bahwa konferensi ini baik sebagai sebuah platform Untuk para pemangku kepentingan Sebagai lebih berkolaborasi Untuk kemajuan industri pacuan kuda Asia dan khususnya Hingga Indonesia.
“Bagaimana science, Keahlian dan research dapat Memperbaiki potensi industri pacuan, dan Di konferensi ini, kita bisa Merundingkan dan Berbicara bersama Sebagai Memperoleh solusi dan Pembaharuan Berusaha Mengatasi tantangan Hingga industri pacuan kuda, khususnya Yang Berhubungan Di penggunaan Kecerdasan Buatan”.
Aryo menambahkan bahwa “Industri pacuan kuda Hingga Indonesia harus kolaboratif dan inovatif Berusaha Mengatasi perkembangan industri Hingga kancah Dunia.”
Di konferensi ini juga dilakukan studi banding Hingga lokasi seperti Shadai Stallion Station dan Nothern Farm, pusat-pusat pengembanganbiakan kuda pacu Hingga Jepang. Jepang sudah sangat terkenal Di industri pengembangbiakan kuda pacu kelas dunianya. Salah satu hasil Di industrinya adalah seekor kuda bernama Equinox yang Memperoleh gelar Kuda Pacu Terbaik versi Longines Hingga 2023.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pacuan Kuda Indonesia Perlu Kolaboratif dan Inovatif Hadapi Perkembangan Dunia











