loading…
Realisasi penerimaan Pph hingga Agustus 2026 tercatat mencapai Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama Ke tahun Sebelumnya Itu. Foto/Dok
“Penerimaan Pph terus tumbuh sejalan Di Karya ekonomi. Pertumbuhannya, transaksinya ada. Tadi Anda lihat permintaan semen tumbuh, permintaan listrik tumbuh, permintaan Kendaraan Pribadi dan Kendaraan Bermotor Roda Dua tumbuh. Berarti Karya ekonomi tumbuh, Sebab itu Pph juga Merasakan,” ujar Suahasil Di konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).
Secara rinci, struktur penerimaan Pph ditopang Di beberapa komponen utama yakni PPh Nonmigas mengumpulkan Rp722,2 triliun (tumbuh 16,6%) dan telah merealisasikan 62,6% Di target tahunan, PPN dan PPnBM mencapai Rp591,5 triliun (tumbuh 38,9%) atau 59,4% Di target, didorong Di kuatnya konsumsi domestik dan daya beli Kelompok.
Baca Juga: Defisit APBN Rp240,1 Triliun Hingga Akhir Agustus 2026, Menkeu Suahasil: On Track
Lalu PPh Migas mencatatkan lonjakan Perkembangan tertinggi sebesar 63,8% hingga menyentuh Rp39 triliun (70,6% Di target), serta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pph Lainnya terkumpul Rp56,4 triliun (36,8% Di target), atau terkoreksi 15,7% akibat meningkatnya kepatuhan penyampaian SPT Hingga mana Pph terutang dapat dilunasi via mekanisme deposit.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Penerimaan Pph per Agustus 2026 Capai Rp1.409 Triliun, Menkeu: Sejalan Karya Ekonomi











