Telegram Blokir 15 Juta Akun dan Konten berbahaya. FOTO/ CNET
Sebanyak 707.576 materi pelecehan seksual Pada anak dan 130.119 komunitas propaganda berhasil dicegah.
CEO Telegram, Pavel Durov, ditangkap Ke Paris Sebab diduga menolak bekerja sama Di beberapa Peristiwa Pidana kriminal yang melibatkan konten berbahaya.
Hingga 15 Desember lalu, total ada 15.578.753 grup dan channel yang diblokir Telegram Sebab memuat konten berbahaya.
Setiap hari puluhan ribu grup dan saluran diblokir Setelahnya Merasakan laporan User dan sistem melacak konten yang melanggar syarat dan Syarat platform.
Bersama jumlah tersebut, 707.576 merupakan materi pelecehan seksual Pada anak (CSAM) Lewat kolaborasi Jaringan Watch Foundation yang terus Meninjau konten tersebut.
Samping Itu, 130.119 komunitas yang dicap pro teroris juga telah diblokir Dari Telegram.
Jumlah konten yang diblokir Meresahkan tahun ini Setelahnya CEO Telegram Pavel Durov ditangkap Ke Paris Sebab diduga menolak bekerja sama Di beberapa Peristiwa Pidana kriminal yang melibatkan individu tertentu yang menyebarkan pedofilia, penjualan Medis-Obatan Terlarang, Mengambil Keuntungan online, Karya teroris, dan transaksi ilegal.
(wbs)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Telegram Blokir 15 Juta Akun dan Konten berbahaya Sepanjang 2024











