loading…
Penerimaan bea cukai Amerika Serikat mencatat Catatan tertinggi sepanjang sejarah Ke April. FOTO/iStock
Kenaikan tersebut dipicu Bersama Keputusan tarif Terbaru yang diberlakukan Pemimpin Negara Donald Trump. Ke 2 April lalu, Trump Mengintroduksi tarif Pembelian Barang Di Luar Negeri baja sebesar 25% dan tarif universal 10% Pada berbagai produk Pembelian Barang Di Luar Negeri.
Menurut data yang dikutip Bloomberg, lonjakan ini terutama mencerminkan dampak Di tarif baja. Adapun pengaruh penuh Di tarif universal diperkirakan Terbaru Akansegera terlihat Ke laporan bulan Mei. Rata-rata pembayaran harian bea cukai Menimbulkan Kekhawatiran hampir 40% Ke April dibandingkan Maret.
Keputusan tarif ini merupakan Pada Di strategi ekonomi America First yang dikampanyekan Trump. Ia Melakukanupaya melindungi industri domestik Di produk Asing yang lebih murah sekaligus menambah pemasukan Negeri.
Di wawancara Bersama Fox News, Trump menyebut tarif bisa menjadi sumber pendapatan utama Negeri seperti yang terjadi Ditengah tahun 1870 hingga 1913.
“Pada itu, tarif adalah satu-satunya bentuk penerimaan. Dan Pada itulah Negeri kita menjadi yang terkaya,” ujarnya.
Tetapi, sejumlah ekonom mengingatkan agar tidak berlebihan menilai dampak fiskal Di lonjakan ini. Utang nasional AS telah melampaui USD36 triliun Sambil defisit Biaya Sebagai paruh pertama tahun fiskal 2025 mencapai USD1,31 triliun.
“Kalau pun bisa menghasilkan USD100 miliar hingga USD200 miliar Di tarif, itu sudah sangat beruntung,” ujar Kepala Ekonom Moody’s, Mark Zandi, Di wawancara Bersama CNBC.
Ia meragukan tarif dapat menggantikan Retribusi Negara penghasilan atau menutup defisit Biaya secara signifikan. Para pengamat juga memperingatkan potensi dampak negatif Pada konsumen akibat naiknya harga Produk Internasional dan potensi memburuknya hubungan Perdagangan Global.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dampak Tarif Trump, Penerimaan Bea Cukai AS Pecah Catatan Tembus Rp259 Triliun per April











